DOA

Diposting oleh Bayu pada 20:29, 21-Jun-11

“Ya Tuhan, kalau dia memang jodohku,
dekatkanlah… Tapi kalau bukan jodohku,
Jodohkanlah…. Jika dia tidak berjodoh denganku,
maka jadikanlah kami jodoh… Kalau dia bukan
jodohku, jangan sampai dia dapat jodoh yang
lain, selain aku … Kalau dia tidak boleh di jodohkan
denganku, jangan sampai dia dapat jodoh yang
lain, biarkan dia tidak berjodoh sama seperti
diriku … Dan saat dia telah tidak memiliki jodoh,
jodohkanlah kami kembali… Kalau dia jodoh
orang lain, putuskanlah! Jodohkanlah dengan
ku …. Jika dia tetap menjadi jodoh orang lain, biar
orang itu ketemu jodoh dengan yang lain dan
kemudian Jodohkan kembali dia dengan ku …
“Amin…”.
^_^

SEKILAS TENTANG ASAL USUL REOG

Diposting oleh Bayu pada 00:04, 21-Jun-11



uzumakiae - Persoalan pilihan juga terjadi dalam hal kisah asal-usul dan bentuk pertunjukan reyog. Di kalangan masyarakat dan pelaku reyog di Ponorogo beredar berbagai versi cerita asal-usul kesenian tersebut. Begitu pula di sana juga terdapat sejumlah variasi pertunjukan reyog. Dengan demikian muncul persoalan: cerita asal-usul mana yang akan dipakai sebagai landasan penentuan reyog sebagai identitas lokal? Reyog macam apa yang dipilih?

Secara garis besar, di Ponorogo paling tidak dikenal 3 (tiga) versi utama kisah asal-usul Reyog Ponorogo, yitu :

Versi Bantarangin,
Versi Ki Ageng Kutu Suryangalam,
Versi Batara Katong.

Versi Bantarangin menyebut empat peran dalam reyog: seorang raja kerajaan Bantarangin bernama Kelana Sewandana, Patihnya yang bernama Bujang Ganong, sekelompok prajurit kavaleri kerajaan Bantarangin, dan Singa Barong penguasa hutan Lodaya.

Sementara itu, versi Ki Ageng Kutu Suryangalam hanya mengenal tiga peran: Bujang Ganong, sekelompok pasukan berkuda, dan Singa Barong. Dalam hal jumlah dan identitas peran dalam reyog Ponorogo versi Batara Katong sebenarnya tidak berbeda dari versi Bantarangin.

Versi Batara Katong juga mengenal keempat peran di atas. Namun, berbeda dari versi Bantarangin, versi Batara Katong memahami ke empat peran dalam reyog tersebut sebagai rekaan Ki Ageng Mirah – salah seorang pengikut Batara Katong dalam upayanya menyebarkan agama islam di kalangan masyarakat Ponorogo pada abad XV (menjelang runtuhnya Majapahit).

Untuk mengatasi persoalan seperti itu pada bulan September 1992 pihak pemerintah kabupaten setempat membentuk sebuah tim kerja yang bertugas mempersiapkan sebuah naskah yang memuat aspek sejarah, kisah asal-usul, serta aspek filosofis kesenian rakyat tersebut; serta menguraikan tata rias dan busana, musik, peralatan, dan aspek koreografinya.
Tim tersebut beranggotakan para seniman reyog Ponorogo, tokoh masyarakat, dan pejabat pemerintahan kabupaten. Hasil kerja tim tersebut berupa naskah berjudul Pembakuan Kesenian Reog Ponorogo Dalam Rangka Kelestarian Budaya Bangsa (Soemardi, 1992), yang dipresentasikan dalam sebuah saresehan di Pendapa Kabupaten Ponorogo, 24 Nopember 1992.

Setelah mengalami sejumlah revisi, pada tahun 1993 naskah tersebut diterbitkan oleh pemerintah daerah setempat dalam bentuk buku berjudul Pedoman Dasar Reyog Ponorogo Dalam Pentas Budaya Bangsa. Revisi terpenting dilakukan pada unsur sejarah dan legenda asal-usul. Semula naskah Pembakuan hanya mencantumkan satu varian dari versi Bantarangin.

Dalam buku Pedoman Dasar dimuat ketiga versi utama kisah asal-usul reyog Ponorogo dan ditempatkan secara kronologis.
Versi Bantarangin yang merujuk pada jaman kerajaan Kediri (abad XI) dianggap sebagai versi tertua diletakkan pada bagian paling awal,
disusul oleh versi Ki Ageng Kutu Suryangalam yang merujuk pada masa pemerintahan Bhre Krtabumi di Majapahit (abad XV),
dan diakhiri oleh versi Batara Katong yang merujuk pada penyebaran agama Islam di wilayah Ponorogo pada abad XV pula (ditandai dengan dikalahkannya Ki Ageng Kutu Suryangalam yang beragama Budo oleh Batara Katong yang beragama Islam).

Dengan cara pandang seperti itu, pemerintah setempat menempatkan versi Batara Katong sebagai bentuk perkembangan terakhir, dan mendudukkan upaya pemerintah setempat di akhir abad XX sebagai kelanjutannya.

Bisa diperkirakan bahwa persoalan kisah asal-usul reyog Ponorogo ini mengundang perbantahan di kalangan pelaku kesenian tersebut. Sejumlah tokoh masyarakat dan praktisi reyog yang hadir dalam saresehan pada waktu itu menceritakan kembali bagaimana suasana pertemuan tersebut berubah menjadi arena perdebatan yang sengit antara pihak-pihak yang bersikukuh pada ‘kebenaran’ kisah yang diyakininya.

Sebuah bentuk argumentasi tipikal dalam perdebatan mengenai ‘kebenaran’ kisah asal-usul Reyog Ponorogo adalah pertanyaan mengenai ketuaan periode sejarah yang dirujuk oleh masing-masing cerita. Pertanyaan semacam ini biasanya diajukan untuk mengklaim bahwa versi yang merujuk pada periode sejarah yang lebih tua dianggap lebih otentik. Memakai tolok ukur serupa itu, maka versi Bantarangin yang merujuk pada abad XI (masa kerajaan Kediri ) dipandang sebagai kisah yang lebih otentik. Namun, klaim serupa itu mendapat tantangan dari pihak lain yang menggunakan tolok ukur ‘kebenaran’ berbeda.

Sekedar sebagai contoh, mereka yang tidak sepakat dengan versi Bantarangin, meragukan kebenaran versi Bantarangin karena terdapat kejanggalan antara gelar yang disandang oleh guru dari raja Bantarangin (Kelana Sewandana), yakni Sunan - yang bernuansa Islam, dengan periode sejarah yang dirujuknya, yaitu jaman kerajaan Kediri yang Hindu.

Dalam perbantahan semacam itu ‘kebenaran’ juga sering ditegakkan dengan cara menemukan kesesuaian antara nama-nama yang disebutkan dalam cerita dengan kondisi alam suatu daerah. Contohnya, orang menanggapi nama Bantarangin sebagai kerata basa dan menafsirkannya sebagai petunjuk mengenai sebuah lokasi di mana angin bertiup dengan kencang (Jawa: banter). Penafsiran semacam itu kemudian dicocokkan dengan kondisi alam daerah Sumoroto yang diyakini sebagai lokasi kerajaan Bantarangin. Bahkan nama Sumoroto pun juga ditafsir sebagai petunjuk mengenai daerah yang datar (Jawa: rata).

KUMPULAN PERINTAK CMD & RUN PADA WINDOWS

Diposting oleh Bayu pada 17:22, 06-Apr-11

UZUMAKIAE.MYWAPBLOG.COM– CMD & Run dalam sebuah system Windows sering kali kita abaikan kegunaan dan fungsinya. Alasan yang jelas dan pasti adalah satu (1) kita tidak tahu harus ketik apa saat disodori kolom kosong/ lembar kosong berwarna hitam. Pada artikel ini saya ingin berbagi tentang kumpulan Perintah CMD & Run yang mudah-mudahan bermanfaat untuk Anda semua, hingga bisa mempergunakan dan memaksimalkan PC Anda untuk membantu kinerja/ pekerjaan yang Anda lakukan.

Adapun Perintah CMD (command) & Run tersebut adalah sebagai berikut :

Run :
=========================
cleanmgr => untuk disk kliner bawaan windows
cmd => untuk menjalankan commant prompt
command ==> sama seperti cmd
Regedit => untuk memunculkan jendela Registry
services.msc ==> untuk menjalankan servis
ncpa.cpl ==> Network Connections
recent ==> untuk membuka direktory Recent Document
Regedt32 ==> sama dengan regedit
gpedit.msc ==> untuk mengedit group
firewall.cpl ==> untuk mengedit firewall
sysdm.cpl ==> properties my computer
calc ==> calculator
perfmon /report ==> untuk melihat performa windows (memory, disk, prosesor)
mspaint ==> untuk menjalankan aplikasi paint (untuk menggambar)
ipconfig /flushdns ==> untuk membersihkan cache browser pada system windows

CMD :
==========================
regsvr32 => untuk mencari file .dll

sfc /SCANNOW => untuk merecovery file2 windows yang rusak (perintah ini membutuhkan cd windows yang sama dengan yang jalan)

SFC [/SCANNOW] [/SCANONCE] [/SCANBOOT] [/REVERT] [/PURGECACHE] [/CACHESIZE=x]

/SCANNOW Scans all protected system files immediately.
/SCANONCE Scans all protected system files once at the next boot.
/SCANBOOT Scans all protected system files at every boot.
/REVERT Return scan to default setting.
/PURGECACHE Purges the file cache.
/CACHESIZE=x Sets the file cache size.

sc => digunakan untuk mengontrol server
Regedt32 ==> sama dengan regedit
netstat -a ==> untuk melihat port yang digunakan

route add -p … ==> untuk merouting jaringan (bisa untuk komputer yang menggunakan 2 jaringan atau lebih)

> route PRINT
> route ADD 157.0.0.0 MASK 255.0.0.0 157.55.80.1 METRIC 3 IF 2
destination^ ^mask ^gateway metric^ ^Interface

If IF is not given, it tries to find the best interface for a given
gateway.
> route PRINT
> route PRINT 157* …. Only prints those matching 157*
> route CHANGE 157.0.0.0 MASK 255.0.0.0 157.55.80.5 METRIC 2 IF 2

CHANGE is used to modify gateway and/or metric only.
> route PRINT
> route DELETE 157.0.0.0
> route PRINT

arp -a ==> untuk melihat ip yang pernah connect ke komputer